Kemampuan Menulis Puisi Menggunakan Metode Experiential Learning pada Siswa Kelas VIII MTsN 2 Kotabaru

Isi Artikel Utama

Fahtia Nahwa Ramadhani

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis puisi menggunakan metode Experiential Learning pada siswa kelas VIII MTsN 2 Kotabaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang ditunjang data kuantitatif dengan subjek 23 siswa kelas VIII C yang dipilih secara purposif. Pembelajaran dilaksanakan melalui empat tahap Kolb, yaitu Concrete Experience, Reflective Observation, Abstract Conceptualization, dan Active Experimentation, dengan pengamatan lingkungan sekolah sebagai sumber ide puisi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes tertulis, dan dokumentasi. Puisi siswa dinilai menggunakan rubrik berskala 1–4 pada lima aspek, yaitu diksi, imaji, majas, tema, dan amanat, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta dihitung nilai rata-rata dan persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan menulis puisi siswa sebesar 76,09 dengan kategori baik, dan 16 dari 23 siswa (69,57%) berada pada kategori baik atau sangat baik. Berdasarkan aspek penilaian, imaji memperoleh persentase tertinggi (86,96%; sangat baik), diikuti amanat (78,26%), tema (76,09%), dan diksi (75,00%) yang berkategori baik, sedangkan majas memperoleh persentase terendah (64,13%; cukup). Dengan demikian, metode Experiential Learning membantu siswa mengubah pengalaman pengamatan langsung menjadi puisi, terutama dalam menggambarkan suasana, sedangkan penggunaan bahasa kias masih memerlukan bimbingan lebih lanjut.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Kemampuan Menulis Puisi Menggunakan Metode Experiential Learning pada Siswa Kelas VIII MTsN 2 Kotabaru. (2026). Jurnal Multidisipliner Saijaan, 1(1), 90-102. https://journal.elstrasaijaanandalin.com/jms/article/view/13

Referensi

Gustina, G. (2019). Peningkatan keterampilan menulis puisi dengan menggunakan model Experiential Learning pada siswa kelas III sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 1(1), 11–24. https://doi.org/10.31004/jpdk.v1i1.337

Hikmah, N., Sulfasyah, S., & Arif, T. A. (2025). Experiential learning improves writing skills and creative thinking. Indonesian Journal of Innovation Studies, 26(4). https://doi.org/10.21070/ijins.v26i4.1518

Khairunnisa. (2022). Meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa menggunakan metode field trip. Indonesian Journal of Educational Development, 2(4), 617–627. https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/ijed/article/view/1673

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.

Kolb, D. A., & Kolb, A. Y. (2017). The experiential educator: Principles and practices of experiential learning. EBLS Press.

Maisyarah, S. (2023). Model 3M dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi [Skripsi, STKIP Paris Barantai].

Nugraha, D. (2020). Moralitas, keberterimaan, pendidikan karakter, HOTS, dan kelayakan bahan dalam pembelajaran sastra. JP-BSI, 5(2), 76–82. https://doi.org/10.26737/jp-bsi.v5i2.2070

Pradopo, R. D. (2019). Pengkajian puisi (Edisi ke-16). Gadjah Mada University Press.

Sugiyanti, N., & Anwar, M. (2023). Mengaitkan pembelajaran sastra dan bahasa melalui pendekatan linguistik fungsional sistemik. Jurnal Ilmu Budaya, 11(1), 45–56. https://doi.org/10.34050/jib.v11i1.24914

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif (Edisi ke-3). Alfabeta.

Tarigan, H. G. (2018). Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa. Angkasa.

Wellek, R., & Warren, A. (2021). Theory of literature. Harcourt, Brace.

Winarti, & Abidin, Z. (2024). Penggunaan media gambar dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pekaitan. Jotika Journal in Education, 3(2), 54–63. https://doi.org/10.56445/jje.v3i2.137