Analisis Morfologi Kata “Lari” Yang Mengalami Prosesafiksasi dan Reduplikasi
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses afiksasi dan reduplikasi pada kata dasar lari dalam bahasa Indonesia, meliputi perubahan bentuk, kategori gramatikal, dan makna yang dihasilkan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berupa kata dasar lari beserta bentuk turunannya yang diperoleh dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), buku tata bahasa, artikel ilmiah, dan contoh penggunaan dalam kalimat. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata dasar lari memiliki produktivitas morfologis yang tinggi dengan menghasilkan tujuh bentuk turunan, yaitu pelari, berlari, larian, pelarian, berlarian, melarikan, dan lari-lari. Bentuk-bentuk tersebut terbentuk melalui proses prefiksasi, sufiksasi, konfiksasi, kombinasi afiks, dan reduplikasi. Setiap proses menyebabkan perubahan struktur morfemis yang diikuti perubahan kategori gramatikal, fungsi sintaksis, serta makna leksikal. Temuan ini menunjukkan bahwa afiksasi dan reduplikasi berperan penting dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia serta memberikan variasi fungsi kebahasaan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam kajian morfologi dan dimanfaatkan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai proses pembentukan kata dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Rincian Artikel
Bagian
Cara Mengutip
Referensi
Abdullah, W., Subroto, D. E., & Mulyanto, M. (2014). Penataan Kembali Morfologi Bahasa Indonesia dengan Perspektif Baru (Derivasional dan Infleksional) Proses Afiksasi. Universitas Sebelas Maret. http://eprints.uns.ac.id/11710/
Alwi, H., Dardjowidjojo, S., Lapoliwa, H., & Moeliono, A. M. (2010). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.
Asmoko, A. S., Ridwan, M., Humairoh, S., & Nuryani, N. (2022). Afiksasi pada karangan pemelajar BIPA. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 101–112. https://doi.org/10.15408/dialektika.v8i1.24771
Aziza, S., & Masitoh. (2025). Analisis afiksasi pembentukan verba dalam tugas mahasiswa semester VI Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Kotabumi Tahun Akademik 2022/2023. Jurnal Griya Cendikia, 10(1), 96–104. https://doi.org/10.47637/griyacendikia.v10i1.1646
Cahyani, A. A. D. (2020). Penyuntingan Media (Lomba Esai Festival Ilmiah). https://doi.org/10.31227/osf.io/n9dpg
Cahyani, V. (2021). Prefiks me- dalam cerpen Durian karya Djenar Maesa Ayu. MIMESIS, 2(1), 63–71. https://doi.org/10.12928/mms.v2i1.3567
Chaer, A. (2015). Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta: Rineka Cipta.
Dalimunthe, A. M., Manurung, D. A., Mutia, D. Q., Elisabet, M. R., Mustasfa, S. W., Baringbing, S. J., & Dalimunthe, S. F. (2025). Penggunaan bahasa Indonesia yang efektif dalam komunikasi ilmiah di kelas Biologi SMA. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8(2), 3913–3917. https://doi.org/10.31004/jrpp.v8i2.44294
Darwin, D., Anwar, M., & Munir, M. (2021). Paradigma strukturalisme bahasa: Fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jurnal Ilmiah Semantika, 2(2). https://doi.org/10.46772/semantika.v2i02.383
Faradyna, V. N. (2025). Proses afiksasi pada cerpen Kurir karya Aliurridha. Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 167–173. https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.166
Fathurrohman, M., S., H. Y. P., K., I. E. D. A., & K., T. N. (2021). Derivative prefixes to form nouns in Indonesian. BAHASTRA, 41(1), 45–56. https://doi.org/10.26555/bahastra.v41i1.18949
Hadijah, S. (2025). Analisis afiksasi pada teks narasi dalam buku Bahasa Indonesia SMP kelas VII. Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 362–365. https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.218
Kirana, A. W. (2019). Kemampuan membaca pada anak bilingual dengan disleksia. ETNOLINGUAL, 3(2), 143–156. https://doi.org/10.20473/etno.v3i2.16540
Kridalaksana, H. (2008). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Masilia, S., Rosidin, O., & Tisnasari, S. (2016). Proses infleksional pembentuk kata berafiks dalam rubrik "Olahraga" harian umum Radar Banten. Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 1–10.
Mono, N. Z., Syamsudduha, S., & Maman, M. (2025). Derivasi verba deadjektiva pada website Google Sites MA Arifah Gowa. Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran, 5(2), 475–487. https://doi.org/10.51574/jrip.v5i2.3169
Mustikasari, G., Pratiwi, N., & Ginanjar, B. (2025). Derivasi verba denomina bahasa Indonesia pada website berita online (Kajian morfologi). FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 18(2), 261–271. https://doi.org/10.25134/rrtx7694
Mutaqin, I., Shalima, I., & Herpindo, H. (2023). Derivasi dan infleksi pada rubrik edukasi Kompas.com. TRANSFORMATIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(2), 89–101. https://doi.org/10.31002/transformatika.v6i2.6730
Najiba, N., Wurianto, A. B., & Isnaini, M. (2023). Bentuk afiksasi pada teks narasi mahasiswa BIPA. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1). https://doi.org/10.19105/ghancaran.v5i1.7065
Nugraha, D. S. (2022). Ciri morfosemantik afiks derivasional {ber-} dalam konstruksi verba denumeralia bahasa Indonesia. Indonesian Language Education and Literature, 8(1), 31–48. https://doi.org/10.24235/ileal.v8i1.9543
Nugraha, D. S. (2024). Analyzing prefix /me(N)-/ in the Indonesian affixation: A corpus-based morphology. Theory and Practice in Language Studies, 14(6), 1697–1711. https://doi.org/10.17507/tpls.1406.10
Nugraha, D. S. (2025). Exploring integrative complexity in the morphology of Indonesian language. South Asian Research Journal of Arts, Language and Literature, 7(1), 8–21. https://doi.org/10.36346/sarjall.2025.v07i01.002
Numertayasa, I. W., Widayani, N. M., & Adiwijaya, P. A. (2023). Analisis kesalahan morfologi pada postingan akun Instagram @mahaliniraharja. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 7(2), 142–151. https://doi.org/10.29407/jbsp.v7i2.20850
Nuryadi, N. (2019). Kata dan proses pembentukan kata dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya, 4(1), 114–127. https://doi.org/10.33558/makna.v4i1.1675
Pinem, D., & Lubis, F. (2018). Analisis kesalahan berbahasa dalam tataran morfologi pada teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 40 Medan. Kode: Jurnal Bahasa, 6(1). https://doi.org/10.24114/kjb.v6i1.10811
Radnyani, N. L., Ediwan, I. N. T., & Aryani, I. G. A. I. (2018). The English prefixes analysis. Humanis, 22(2), 176–183. https://doi.org/10.24843/jh.2018.v22.i02.p25
Rahayu, F. R. (2023). Strategi komunikasi efektif guru dalam membentuk kepercayaan diri siswa di MTs YPK Cijulang. Jurnal Pelita Nusantara, 1(1), 116–123. https://doi.org/10.59996/jurnalpelitanusantara.v1i1.128
Rahmi, M. N. (2025). Analisis afiksasi morfologi pada cerpen Laila karya Putu Wijaya. Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 422–424. https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.231
Ramlan. (2001). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV Karyono.
Rismaya, R., Wahya, W., & Lukman, F. (2022). Kata bahasa Indonesia penanda register Twitter: Suatu kajian morfologi. DIGLOSIA: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(2), 511–526. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i2.411
Rohmadi, M. (2010). Morfologi: Kajian Teori dan Analisis. Surakarta: Yuma Pustaka.
Rohmawati, M., Rif'ah, T. A., Fitriyani, V., & Setiawaty, R. (2024). Analisis bentuk afiksasi dalam teks narasi siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sidigede (Kajian morfologi). Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 2(1), 65–78. https://doi.org/10.30762/narasi.v2i1.2517
Rumilah, S., & Cahyani, I. (2020). Struktur bahasa: Pembentukan kata dan morfem sebagai proses morfemis dan morfofonemik dalam bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 8(1), 70–87. https://doi.org/10.30659/j.8.1.70-87
Sari, P. D., Baehaqie, I., & Rustono, R. (2026). Morphology and syntax: The relationship between word formation and sentence structure in Indonesian learning. Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 25(1), 62–70. https://doi.org/10.21009/bahtera.251.07
Sudana, D., Hardini, T. I., & Zifana, M. (2024). Teaching implication of meaning construction at morphological level of affixation in a complex Indonesian verb formation. International Journal of Language Education, 8(2). https://doi.org/10.26858/ijole.v8i2.64088
Sulistiyarini, S., & Masrukhi, M. (2024). Revitalisasi bahasa Indonesia melalui neologisme dalam penulisan artikel jurnal bidang IPTEK. Humanis, 28(2), 223–235. https://doi.org/10.24843/jh.2024.v28.i02.p08
Susetya, H. H. H., & Susetya, D. S. H. (2022). Kesalahan morfologi bahasa Indonesia pada buletin Aktualita Lembaga Pers Mahasiswa Aspiratif UNZAH. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 308–319. https://doi.org/10.31943/bi.v7i2.208
Vocroix, L. (2021). Morphology in microlinguistics and macrolinguistics. Macrolinguistics and Microlinguistics, 2(1), 1–20. https://doi.org/10.21744/mami.v2n1.11
Yuliastuti, N., Faizah, U., & Kadaryati, K. (2026). Analisis morfologi dalam rubrik Metropolitan surat kabar Kompas edisi Juni 2025 dan modul ajarnya di kelas XI SMA. RIGGS Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 5(1), 3580–3590. https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6672