Analisis Morfologi Kata “Lari” Yang Mengalami Prosesafiksasi dan Reduplikasi

Isi Artikel Utama

Nia Ramadani
Akhmad Thoriq Dzacky Alwafi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses afiksasi dan reduplikasi pada kata dasar lari dalam bahasa Indonesia, meliputi perubahan bentuk, kategori gramatikal, dan makna yang dihasilkan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berupa kata dasar lari beserta bentuk turunannya yang diperoleh dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), buku tata bahasa, artikel ilmiah, dan contoh penggunaan dalam kalimat. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata dasar lari memiliki produktivitas morfologis yang tinggi dengan menghasilkan tujuh bentuk turunan, yaitu pelari, berlari, larian, pelarian, berlarian, melarikan, dan lari-lari. Bentuk-bentuk tersebut terbentuk melalui proses prefiksasi, sufiksasi, konfiksasi, kombinasi afiks, dan reduplikasi. Setiap proses menyebabkan perubahan struktur morfemis yang diikuti perubahan kategori gramatikal, fungsi sintaksis, serta makna leksikal. Temuan ini menunjukkan bahwa afiksasi dan reduplikasi berperan penting dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia serta memberikan variasi fungsi kebahasaan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam kajian morfologi dan dimanfaatkan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai proses pembentukan kata dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Analisis Morfologi Kata “Lari” Yang Mengalami Prosesafiksasi dan Reduplikasi. (2026). Jurnal Multidisipliner Saijaan, 1(1), 1-12. https://journal.elstrasaijaanandalin.com/jms/article/view/5

Referensi

Abdullah, W., Subroto, D. E., & Mulyanto, M. (2014). Penataan Kembali Morfologi Bahasa Indonesia dengan Perspektif Baru (Derivasional dan Infleksional) Proses Afiksasi. Universitas Sebelas Maret. http://eprints.uns.ac.id/11710/

Alwi, H., Dardjowidjojo, S., Lapoliwa, H., & Moeliono, A. M. (2010). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.

Asmoko, A. S., Ridwan, M., Humairoh, S., & Nuryani, N. (2022). Afiksasi pada karangan pemelajar BIPA. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 101–112. https://doi.org/10.15408/dialektika.v8i1.24771

Aziza, S., & Masitoh. (2025). Analisis afiksasi pembentukan verba dalam tugas mahasiswa semester VI Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Kotabumi Tahun Akademik 2022/2023. Jurnal Griya Cendikia, 10(1), 96–104. https://doi.org/10.47637/griyacendikia.v10i1.1646

Cahyani, A. A. D. (2020). Penyuntingan Media (Lomba Esai Festival Ilmiah). https://doi.org/10.31227/osf.io/n9dpg

Cahyani, V. (2021). Prefiks me- dalam cerpen Durian karya Djenar Maesa Ayu. MIMESIS, 2(1), 63–71. https://doi.org/10.12928/mms.v2i1.3567

Chaer, A. (2015). Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta: Rineka Cipta.

Dalimunthe, A. M., Manurung, D. A., Mutia, D. Q., Elisabet, M. R., Mustasfa, S. W., Baringbing, S. J., & Dalimunthe, S. F. (2025). Penggunaan bahasa Indonesia yang efektif dalam komunikasi ilmiah di kelas Biologi SMA. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8(2), 3913–3917. https://doi.org/10.31004/jrpp.v8i2.44294

Darwin, D., Anwar, M., & Munir, M. (2021). Paradigma strukturalisme bahasa: Fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jurnal Ilmiah Semantika, 2(2). https://doi.org/10.46772/semantika.v2i02.383

Faradyna, V. N. (2025). Proses afiksasi pada cerpen Kurir karya Aliurridha. Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 167–173. https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.166

Fathurrohman, M., S., H. Y. P., K., I. E. D. A., & K., T. N. (2021). Derivative prefixes to form nouns in Indonesian. BAHASTRA, 41(1), 45–56. https://doi.org/10.26555/bahastra.v41i1.18949

Hadijah, S. (2025). Analisis afiksasi pada teks narasi dalam buku Bahasa Indonesia SMP kelas VII. Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 362–365. https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.218

Kirana, A. W. (2019). Kemampuan membaca pada anak bilingual dengan disleksia. ETNOLINGUAL, 3(2), 143–156. https://doi.org/10.20473/etno.v3i2.16540

Kridalaksana, H. (2008). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Masilia, S., Rosidin, O., & Tisnasari, S. (2016). Proses infleksional pembentuk kata berafiks dalam rubrik "Olahraga" harian umum Radar Banten. Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 1–10.

Mono, N. Z., Syamsudduha, S., & Maman, M. (2025). Derivasi verba deadjektiva pada website Google Sites MA Arifah Gowa. Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran, 5(2), 475–487. https://doi.org/10.51574/jrip.v5i2.3169

Mustikasari, G., Pratiwi, N., & Ginanjar, B. (2025). Derivasi verba denomina bahasa Indonesia pada website berita online (Kajian morfologi). FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 18(2), 261–271. https://doi.org/10.25134/rrtx7694

Mutaqin, I., Shalima, I., & Herpindo, H. (2023). Derivasi dan infleksi pada rubrik edukasi Kompas.com. TRANSFORMATIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(2), 89–101. https://doi.org/10.31002/transformatika.v6i2.6730

Najiba, N., Wurianto, A. B., & Isnaini, M. (2023). Bentuk afiksasi pada teks narasi mahasiswa BIPA. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1). https://doi.org/10.19105/ghancaran.v5i1.7065

Nugraha, D. S. (2022). Ciri morfosemantik afiks derivasional {ber-} dalam konstruksi verba denumeralia bahasa Indonesia. Indonesian Language Education and Literature, 8(1), 31–48. https://doi.org/10.24235/ileal.v8i1.9543

Nugraha, D. S. (2024). Analyzing prefix /me(N)-/ in the Indonesian affixation: A corpus-based morphology. Theory and Practice in Language Studies, 14(6), 1697–1711. https://doi.org/10.17507/tpls.1406.10

Nugraha, D. S. (2025). Exploring integrative complexity in the morphology of Indonesian language. South Asian Research Journal of Arts, Language and Literature, 7(1), 8–21. https://doi.org/10.36346/sarjall.2025.v07i01.002

Numertayasa, I. W., Widayani, N. M., & Adiwijaya, P. A. (2023). Analisis kesalahan morfologi pada postingan akun Instagram @mahaliniraharja. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 7(2), 142–151. https://doi.org/10.29407/jbsp.v7i2.20850

Nuryadi, N. (2019). Kata dan proses pembentukan kata dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya, 4(1), 114–127. https://doi.org/10.33558/makna.v4i1.1675

Pinem, D., & Lubis, F. (2018). Analisis kesalahan berbahasa dalam tataran morfologi pada teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 40 Medan. Kode: Jurnal Bahasa, 6(1). https://doi.org/10.24114/kjb.v6i1.10811

Radnyani, N. L., Ediwan, I. N. T., & Aryani, I. G. A. I. (2018). The English prefixes analysis. Humanis, 22(2), 176–183. https://doi.org/10.24843/jh.2018.v22.i02.p25

Rahayu, F. R. (2023). Strategi komunikasi efektif guru dalam membentuk kepercayaan diri siswa di MTs YPK Cijulang. Jurnal Pelita Nusantara, 1(1), 116–123. https://doi.org/10.59996/jurnalpelitanusantara.v1i1.128

Rahmi, M. N. (2025). Analisis afiksasi morfologi pada cerpen Laila karya Putu Wijaya. Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 422–424. https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.231

Ramlan. (2001). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV Karyono.

Rismaya, R., Wahya, W., & Lukman, F. (2022). Kata bahasa Indonesia penanda register Twitter: Suatu kajian morfologi. DIGLOSIA: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(2), 511–526. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i2.411

Rohmadi, M. (2010). Morfologi: Kajian Teori dan Analisis. Surakarta: Yuma Pustaka.

Rohmawati, M., Rif'ah, T. A., Fitriyani, V., & Setiawaty, R. (2024). Analisis bentuk afiksasi dalam teks narasi siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sidigede (Kajian morfologi). Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 2(1), 65–78. https://doi.org/10.30762/narasi.v2i1.2517

Rumilah, S., & Cahyani, I. (2020). Struktur bahasa: Pembentukan kata dan morfem sebagai proses morfemis dan morfofonemik dalam bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 8(1), 70–87. https://doi.org/10.30659/j.8.1.70-87

Sari, P. D., Baehaqie, I., & Rustono, R. (2026). Morphology and syntax: The relationship between word formation and sentence structure in Indonesian learning. Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 25(1), 62–70. https://doi.org/10.21009/bahtera.251.07

Sudana, D., Hardini, T. I., & Zifana, M. (2024). Teaching implication of meaning construction at morphological level of affixation in a complex Indonesian verb formation. International Journal of Language Education, 8(2). https://doi.org/10.26858/ijole.v8i2.64088

Sulistiyarini, S., & Masrukhi, M. (2024). Revitalisasi bahasa Indonesia melalui neologisme dalam penulisan artikel jurnal bidang IPTEK. Humanis, 28(2), 223–235. https://doi.org/10.24843/jh.2024.v28.i02.p08

Susetya, H. H. H., & Susetya, D. S. H. (2022). Kesalahan morfologi bahasa Indonesia pada buletin Aktualita Lembaga Pers Mahasiswa Aspiratif UNZAH. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 308–319. https://doi.org/10.31943/bi.v7i2.208

Vocroix, L. (2021). Morphology in microlinguistics and macrolinguistics. Macrolinguistics and Microlinguistics, 2(1), 1–20. https://doi.org/10.21744/mami.v2n1.11

Yuliastuti, N., Faizah, U., & Kadaryati, K. (2026). Analisis morfologi dalam rubrik Metropolitan surat kabar Kompas edisi Juni 2025 dan modul ajarnya di kelas XI SMA. RIGGS Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 5(1), 3580–3590. https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6672